NOVEMBER MENDATANG, KEMENKES LUNCURKAN APLIKASI KESEHATAN TERINTGERASI

Share

Friday, 30 September 2022

Awal Agustus lalu, Kementerian Kesehatan telah menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengembangkan aplikasi kesehatan baru. Kemenkes berencana mengubah aplikasi PeduliLindungi menjadi aplikasi kesehatan individu.

Dimana, aplikasi tersebut nantinya akan mampu memberikan informasi rekam jejak masing-masing pengguna. Selain itu, aplikasi tersebut juga akan terintegrasi dengan rekam medis elektronik dan layanan kesehatan.

Aplikasi tersebut, menurut Chief Digital Transformation Office Kemenkes, Setiaji, akan diluncurkan oleh Kemenkes pad November 2022 mendatang.

“Aplikasi PeduliLindungi yang baru akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November 2022,” ujar Setiaji, dalam acara “R17 Podcast Show : Emphasizing the Security of Infrastructure for Inclusive Indonesia E-Economy” yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Lebih lanjut, Setiaji menjelaskan bahwa dengan aplikasi tersebut, pasien nantinya dapat memantau antrean di layanan rumah sakit. Antrean pasien pun tidak akan dilihat dari siapa yang datang duluan. Tetapi, juga dari kondisi kesehatan pasien yang akan berobat.

“Pasien yang memiliki kondisi yang kurang baik perlu mendapatkan prioritas. Meskipun sudah ada IGD, tetapi hal itu beda dengan rawat jalan,” terang dia.

Kemudian juga mempermudah persoalan rujukan, yang mana pasien kesulitan mencari rumah sakit. Dengan aplikasi yang terintegrasi tersebut memudahkan pasien dalam mencari rujukan.

Selain itu juga, rekam medis secara daring. Dengan adanya rekam medis tersebut, dokter sudah tahu apa yang harus dilakukan dan bisa mengetahui estimasi biaya yang dikeluarkan agar pasien itu sembuh.

“Juga fitur terkait preventif promotif, misalnya ada poin yang diberikan jika orang tersebut melakukan gaya hidup sehat,” imbuh dia.

Saat ini, pihaknya melakukan berbagai pengintegrasian data layanan kesehatan, rekam medis hingga penyiapan infrastruktur. Pihaknya juga menjamin keamanan data publik dalam pengintegrasian data tersebut.

CEO R17 Group,Noly Hendry, mengatakan pengguna Internet di Indonesia saat ini tercatat sudah mencapai 77 persen dari total populasi dan diperkirakan akan terus meningkat.

Di balik masifnya penetrasi Internet tersebut dibutuhkan kemampuan data center yang juga besar mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk yang mencapai 274 juta jiwa. Hal ini membuat pasar data center Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

“Saat ini kita berada di era digital dengan arus informasi yang sedemikian besar. Tentu dibutuhkan dukungan infrastruktur data center yang kuat untuk mengelola aliran data yang besar ini. R17 melihat perlunya kesadaran untuk membangun keamanan data center yang baik yang bisa melindungi masyarakat dari tindak kejahatan siber. Melalui kegiatan ini kami berupaya mencari cara terbaik membangun infrastruktur data center yang aman bersama para pakar di bidangnya,” kata Noly Hendry. 

Sumber: https://www.pilar.id/november-mendatang-kemenkes-luncurkan-aplikasi-kesehatan-terintegrasi/