R17 Group Menggandeng Jakarta Global University (JGU) Demi Mendukung Indonesia E-Ekonomi

Share

Tuesday, 14 June 2022

JAKARTA - Sebagai perusahaan yang berfokus pada keamanan siber dan mengembangkan bisnis pelanggan dengan melakukan transformasi digital, R17 Group berkomitmen untuk mengembangkan talenta-talenta muda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh industri demi mendukung E-Ekonomi Indonesia khususnya dibidang sain dan teknologi.

Hal ini tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diadakan Jakarta Global University (JGU). Dimana baik R17 Group maupun JGU berkomitemen dalam Merdeka Belajar.

“Kami tentu sangat mendukung langkah yang diambil oleh Jakarta Global Universty (JGU). R17 Group siap memberikan support untuk memajukan dunia Pendidikan dalam program Merdeka Belajar,� kata Founder & CEO R17 Group, Adios Purnama dalam keterangan persnya, usai MoU dengan JGU, di Depok, Kamis (24/22).

Melihat potensi Indonesia sebagai negara dengan E-Ekonomi terbesar di ASEAN, dan peringkat ketiga di Dunia, Indonesia membutuhkan talenta-talenta muda dengan satu set skill baru seperti pengembangan aplikasi, creative designer, pemasaran digital, pengembang bisnis digital dan lainnya.

“Kolaborasi dengan JGU merupakan salah satu bentuk komitmen R17 Group untuk secara kontinyu mengembangkan talenta muda Indonesia yang dikemudian hari dapat mengembangkan bisnis digital di Indonesia,� tegas Adios.

Dengan dinamika bisnis yang sangat flexible di era digital saat ini lanjut Adios, kemampuan seseorang untuk bersaing di era digital ini tidak hanya dinilai dari kemampuan akademisnya saja, tetapi keberanian berinovasi serta karakter yang kuat merupakan komponen penting untuk dapat menghadapi permasalahan nyata dilapangan.

“Dengan melibatkan para ahli teknologi dan pakar industri dari R17 Group, kami berharap kolaborasi dengan JGU tidak hanya sebatas program magang, tetapi lebih ke mentorship yang akan mampu menciptakan dan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia atau bahkan menghasilkan enterprenuer baru yang memajukan Indonesia e-Ekonomi,� ungkapnya.

R17 Group kata Adios siap memberikan tempat bagi para mahasiswa/i Jakarta Global University untuk pengembangan komptensi atau program magang. “Jika JGU mengadakan seminar nasional maupun internasional, R17 Group juga siap memberikan karyawan terbaiknya untuk menjadi Dosen tamu atau pembicara,� ujar Adios.

Selain menerima program magang, perusahannya juga lanjut Adios siap membuka pintu lebarlebar bagi lulusan terbaik JGU untuk bekerja sebagai karyawan di R17 Group dan sebaliknya, jika para staf/manajemen berpendidikan S1 yang ingin melanjutkan study ke jenjang S2 maupun S3 akan diarahkan ke JGU.

“Program CSR dan foster parents Jakarta Global University serta membina hubungan kelembagaan antara JGU dengan R17 Group dalam melaksanakan fungsi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat,� tutup Adios.

Diketahui, penandatanganan MoU ini juga disaksikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T. Rektor JGU, Prof Eddy Yusuf mengatakan sebuah kebanggaan bagi JGU ketika perusahaan kelas dunia Amazon Web Services (AWS) serta R17 Group, sebuah perusahaan digital yang sedang tumbuh dengan pesat bersedia berkolaborasi mengembangkan program-program penelitian dan pendidikan di bidang information technology khususnya digital training dan certification program pada cloud computing, IoT serta machine learning.

“Dengan kolaborasi bersama perusahaan digital kelas dunia ini, nantinya lulusan JGU akan memiliki pengetahuan yang mumpuni diharapkan bisa bersaing di dunia kerja tingkat global. Ini awal yang baik. Kami harapkan komitmen pimpinan R17 Group memberi angin segar bagi calon alumni JGU. Semoga JGU terus bersinergi lebih luas lagi tidak hanya bersama R17 Group, namun juga bersama industi-industri lain nya,� Kata Prof Eddy.

“Dengan kurikulum yang comprehensive yang berorientasi tenaga kerja yang siap kerja, kami yakin JGU bisa dapat memenuhi kebutuhan sumberdaya yang dibutuhkan ke dua perusahaan digital tersebut,� ungkap Prof Eddy.