Web Application Firewall: Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis, dan Cara Kerjanya

Share

Tuesday, 14 March 2023

Web application firewall adalah salah satu cara untuk melindungi aplikasi website Anda dari serangan hacker. Mungkin bagi sebagian orang yang masih awam tentang dunia keamanan siber, kata-kata ini terdengar asing. Namun, jangan khawatir! Disini kita akan membahas web application firewall dengan lengkap, mulai dari apa itu WAF, manfaatnya, jenis-jenisnya, dan cara kerjanya. Pertama-tama mari kita simak apa itu web application firewall!

Apa itu Web Application Firewall?

Sumber: Cloudflare

Web application firewall adalah sistem keamanan yang dirancang khusus untuk melindungi aplikasi web dari serangan yang terjadi melalui protokol HTTP dan HTTPS. WAF bertindak sebagai lapisan keamanan tambahan antara aplikasi web dan pengguna atau server, dan memantau lalu lintas HTTP/HTTPS yang masuk dan keluar dari aplikasi web untuk mendeteksi dan mencegah serangan.

Mengapa WAF sangat penting untuk bisnis Anda? Pertama-tama, serangan terhadap aplikasi web semakin sering terjadi. Setiap hari, kita melihat berita tentang peretas yang berhasil mengambil alih website, mencuri data sensitif, atau menyebarkan malware melalui website yang rentan. Dalam beberapa kasus, serangan dapat menyebabkan bisnis online menjadi down atau mengalami kerugian finansial yang signifikan.

Itulah mengapa WAF sangat penting. WAF membantu melindungi bisnis online Anda dengan mencegah serangan sebelum mereka mencapai aplikasi web Anda. WAF juga membantu melindungi data sensitif Anda, seperti informasi kartu kredit atau informasi pribadi pengguna.

7 Manfaat web application firewall

Web application firewall memiliki banyak manfaat terutama dalam melindungi data dari perusahaan Anda. Berikut lebih lengkapnya 7 manfaat dari web application firewall!

  1. Meningkatkan keamanan aplikasi web - Dengan menerapkan WAF, Anda dapat memblokir serangan yang telah diketahui dan mengidentifikasi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dapat membantu mencegah kerugian besar pada bisnis Anda seperti kehilangan data penting, penyebaran malware, dan kerusakan reputasi.
  2. Meningkatkan kesesuaian dengan regulasi - WAF dapat membantu Anda memenuhi persyaratan keamanan dan regulasi industri seperti PCI DSS, HIPAA, dan GDPR dengan memberikan perlindungan yang kuat pada aplikasi web Anda.
  3. Mengurangi risiko kerentanan - WAF dapat membantu mengurangi risiko kerentanan pada aplikasi web Anda dengan memblokir serangan yang ditargetkan pada kerentanan khusus seperti SQL injection dan cross-site scripting (XSS).
  4. Meningkatkan visibilitas - WAF dapat membantu meningkatkan visibilitas pada lalu lintas aplikasi web Anda dengan memberikan informasi terperinci tentang serangan dan ancaman yang dihadapi.
  5. Meningkatkan ketersediaan aplikasi web - Dengan memblokir serangan, WAF dapat membantu meningkatkan ketersediaan aplikasi web dan mencegah serangan yang dapat mengganggu ketersediaan dan performa aplikasi.
  6. Meningkatkan efisiensi operasional - Dengan mencegah serangan dan mengurangi risiko kerentanan, WAF dapat membantu mengurangi beban kerja staf TI dan meningkatkan efisiensi operasional.
  7. Mengurangi biaya - Dengan mencegah serangan dan kerentanan, WAF dapat membantu mengurangi biaya kerugian keamanan dan biaya pemulihan yang mahal pada bisnis Anda.

5 Jenis-jenis web application firewall

Web application firewall adalah alat yang sangat penting dalam melindungi aplikasi web dari serangan siber. Tapi, apakah kamu tahu bahwa ada beberapa jenis WAF yang berbeda? Mari kita bahas lebih lanjut dengan gaya tulisan Seth Godin!

1. Rule-Based WAF

Jenis WAF ini bekerja berdasarkan aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Setiap kali WAF menerima permintaan dari pengguna, ia akan memeriksa permintaan tersebut melawan aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Jika permintaan melanggar aturan, WAF akan memblokir permintaan tersebut. Jenis WAF ini cocok untuk lingkungan yang statis dan memiliki trafik yang teratur.

2. Learning-Based WAF

Learning-Based WAF menggunakan teknik pembelajaran mesin untuk mempelajari perilaku aplikasi web dan trafik. WAF akan mempelajari perilaku normal dari aplikasi web dan menerapkan pola-pola yang telah dipelajari untuk mengidentifikasi serangan. Jenis WAF ini cocok untuk lingkungan yang dinamis dengan trafik yang bervariasi.

3. Hybrid WAF

Jenis WAF ini merupakan kombinasi dari rule-based dan learning-based WAF. Hybrid WAF menggunakan aturan yang telah ditentukan sebelumnya dan juga mempelajari perilaku aplikasi web dan trafik. Jenis WAF ini cocok untuk lingkungan yang dinamis dan kompleks.

4. Cloud WAF

Cloud WAF disediakan sebagai layanan cloud dan bekerja dengan cara memeriksa lalu lintas aplikasi web dari jarak jauh. Cloud WAF dapat membantu melindungi aplikasi web dari serangan siber tanpa harus memerlukan infrastruktur dan sumber daya TI yang mahal. Jenis WAF ini cocok untuk bisnis yang ingin menghindari biaya operasional dan ingin memiliki keamanan aplikasi web yang scalable dan mudah dikelola.

5. Network-based WAF

Network-based WAFi berada di dalam jaringan dan bekerja dengan cara memeriksa lalu lintas aplikasi web sebelum mencapai server aplikasi. Jenis WAF ini cocok untuk bisnis dengan infrastruktur yang besar dan kompleks.

Cara kerja web application firewall

Sumber: Storm IT

Menurut Indusface, web application firewall bisa diimplementasikan dalam berbagai bentuk seperti perangkat keras, perangkat lunak, atau melalui cloud. WAF bekerja dengan aturan yang disebut sebagai kebijakan atau policies. Nah, kebijakan-kebijakan ini adalah apa yang memungkinkan WAF untuk melindungi aplikasi web dan server dari serangan.

Jadi, berdasarkan kebijakan-kebijakan tersebut, WAF akan terus memeriksa aplikasi web dan permintaan GET serta POST yang diterimanya untuk mengidentifikasi dan memfilter aktivitas jahat dan permintaan yang mencurigakan. Yang perlu kamu ingat adalah WAF tidak hanya menganalisis permintaan, tetapi juga konten dari semua paket untuk memblokir permintaan yang tidak sah. Bahkan, WAF yang cerdas dapat memeriksa permintaan untuk memastikan bahwa yang mengakses adalah manusia dan bukan bot.

Ketika WAF menemukan celah pada aplikasi itu sendiri, WAF akan langsung memperbaikinya untuk memblokir para penyerang dan aktor jahat (bot, alamat IP serangan, masukan berbasis serangan, dan lainnya) dari menemukan celah tersebut. Dengan begitu, para pengembang mendapatkan waktu buffer untuk memperbaiki kerentanan/celah pada aplikasi.

WAF biasanya dikonfigurasi berdasarkan tiga model keamanan dasar: model whitelist, model blacklist, dan model hybrid. 

1. Model Whitelisting: 

Disini, firewall WAF dikonfigurasi untuk hanya mengizinkan lalu lintas yang telah disetujui sebelumnya yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Model ini paling cocok digunakan pada jaringan internal yang hanya digunakan oleh sekelompok pengguna terbatas (misalnya, karyawan). Hal ini disebabkan karena whitelisting dapat memblokir permintaan dan lalu lintas yang sah juga ketika digunakan pada situs web dan aplikasi publik.

2. Model Blacklisting: 

Disini, firewall WAF dikonfigurasi untuk memblokir kerentanan yang diketahui, tanda tangan serangan, dan aktor jahat dari mengakses aplikasi atau server web dengan menggunakan tanda tangan yang telah ditetapkan. Misalnya, jika beberapa alamat IP mengirimkan lebih banyak permintaan dari biasanya, WAF yang melakukan blacklisting dapat melindungi aplikasi dari serangan DDoS. Model keamanan ini paling cocok untuk aplikasi web yang ada di internet publik karena permintaan yang sah juga dapat berasal dari mesin yang tidak dikenal. Namun, model ini tidak efektif melawan serangan zero-day.

3. Model Hybrid: 

Disini, firewall WAF dikonfigurasi untuk menggabungkan metode whitelisting dan blacklisting berdasarkan kebutuhan khusus aplikasi. Hal ini dapat digunakan di jaringan internal maupun publik.

Contoh kasus penggunaan Web Application Firewall

Sekarang ini, keamanan menjadi perhatian penting bagi para pengembang aplikasi web. Tanpa keamanan yang memadai, aplikasi web dapat menjadi target empuk bagi serangan cyber yang bisa merusak reputasi bisnis Anda dan mencuri data pribadi pengguna. Oleh karena itu, banyak perusahaan telah memutuskan untuk menggunakan Web Application Firewall (WAF) sebagai bentuk perlindungan.

Contoh kasus penggunaan WAF adalah di toko online. Toko online menyimpan data pribadi pengguna seperti alamat, nomor telepon, dan kartu kredit. Tanpa keamanan yang memadai, hacker bisa memanfaatkan celah pada aplikasi web toko online untuk mencuri data pengguna dan membuat kerugian finansial. Dalam kasus ini, WAF bekerja untuk melindungi toko online dari serangan dengan memindai setiap permintaan yang masuk dan mencari tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan.

Misalnya, jika WAF menemukan permintaan yang berlebihan dari alamat IP tertentu atau permintaan yang mencurigakan pada form pembayaran, WAF akan memblokir permintaan tersebut dan melindungi data pengguna. Dalam kasus ini, WAF berfungsi sebagai penghalang antara aplikasi web toko online dan serangan hacker.

Dalam bisnis, kepercayaan pelanggan adalah segalanya. Dengan menggunakan WAF, toko online dapat menunjukkan kepada pelanggan bahwa mereka peduli dengan keamanan data pribadi pengguna dan telah mengambil langkah-langkah untuk melindunginya. Ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membangun citra bisnis yang positif.

Pilih R17 untuk Keamanan Data yang Lebih Terjamin!

Masalah keamanan siber adalah salah satu perhatian utama bagi organisasi dan bisnis saat ini. Ancaman cyber attack semakin sering terjadi, sehingga membuat data dan sistem informasi rentan terhadap kebocoran atau kerusakan. Tetapi jangan khawatir! Rizky Tujuh Belas Kelola (R17) hadir untuk memberikan solusi keamanan siber yang terpercaya dan aman.

Apakah Anda khawatir tentang transformasi digital Anda? Apakah Anda membutuhkan sistem keamanan siber yang handal dan terlapis? R17 memiliki solusinya untuk membantu Anda mencapai transformasi digital yang aman dan terpercaya. Sebagai perusahaan integrator sistem besar, R17 telah membantu pemerintah, perusahaan, dan BUMN dalam mencapai transformasi digital dengan menyediakan infrastruktur yang handal dan sistem keamanan siber yang terlapis.

Dengan solusi Digital Age Networking, Business Continuity Collaboration & Security, dan Intelligence, R17 menyediakan solusi keamanan siber yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi Anda. Tidak masalah apakah Anda memiliki bisnis kecil atau menengah dengan sumber daya TI terbatas, atau perusahaan dengan infrastruktur TI yang kompleks, R17 siap membantu Anda dalam mencapai transformasi digital yang aman dan efektif.

Jangan biarkan kekhawatiran tentang keamanan siber menghambat transformasi digital Anda. Hubungi R17 sekarang dan biarkan mereka membantu Anda mencapai transformasi digital dengan aman dan terpercaya!